Dec 23, 2008

Letih menanti



Penantian adalah ruang waktu yang dipunyai oleh hati yang sabar
Walaupon aku bukan antara pemilik hati yang sabar, keyakinan akan terbayar sebuah kesabaran telah membawa aku duduk di lantai ruang menunggu di KL Sentral. Dari bermenung dalam atmosfera yang penuh dengan nafas manusia yang masing2 berkejaran ke destinasi masing2, dan lebih elok dari buang pandangan kosong ke arah kalut2 aksi ribuan jasad di sini, aku menambah isi blog. Berhikayat tentang ruang waktu yang aku isi dengan kesabaran...menanti jasad yang mengkerjakan hati aku sehingga tanpa paksa ia penuh dengan rasa rindu-selama sminggu-dari Indonesia. Menanti dia cinta hati bernama Mimi. Antara teruja dan tak sabar, kesanggupan terikat pada penat jasad bila ingat akan ole2 yang menjadi janjian saat diri membuat pengakuan iri hati cutinya ke seberang bersama rakan2.
Telah masuk jam kedua aku bernafas dalam letih penantian...
Sambil berdoa jasad yang ditunggu segera muncul depan mata...

5 comments:

hestyrezyuda said...

kesabaran menanti waktu kehadiran sang bayu rindu di titip cemburu membuatkan kamu kelihatan sungguh tabah bagai menunggu tetasnya telur dari bawah perut ibunya.
jam keberapa mereka sampai???

sparkling said...

wow.nice entry.penantian memang benar2 satu penyiksaan kan?

hope u re doing well down there.
misssing u.
hugs.

Seri said...

hey cik wawa.
saya link awak yer!

sourplum said...

aik.. kak ima pon ade kt sini
hurm.. bile nk upadate blog nih

azmi hayat said...

penantian kamu mesti berbaloi kn?